01972 2200265 4500001002100000005001500021035002000036007000300056008004100059020001800100082000800118084001500126100002900141245005100170250002000221300002500241520127200266600001701538264004501555336002101600337003001621338002301651990001601674990001601690INLIS00000000000186720260626104859 a0010-0626000564ta260626 e 0 ind  a9786020381183 a332 a332 KRI a0 aKristin SamahePengarang1 aAswin Wirjadi : Game changing /cKristin Samah aCetakan pertama a268 halaman ;c23 cm a[10.47, 26/6/2026] Sri Damayanti: Banyak yang menduga, BCA menjadi bank besar karena jumlah nasabahnya paling banyak. Ada juga yang menebak, posisi BCA sebagai bank swasta nasional yang besar karena mesin ATM-nya ada di mana-mana. Kalau dilihat dari angka statistik, jumlah nasabah BCA bukan yang terbanyak. Demikian juga jumlah mesin ATM BCA, bukan yang terbanyak. BCA berhasil bangkit dari keterpurukan pada masa krisis, tetap berada pada deretan bank terbaik di Indonesia, karena mampu menempatkan diri menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari masyarakat. Begitu mudahnya bertransaksi di BCA sehingga nasabah dengan sukarela menjadi duta-duta BCA. Bagaimana menerjemahkan teknologi perbankan menjadi kemudahan bagi masyarakat, itulah yang menjadi salah satu kunci sukses BCAPengakuan terhadap kinerja BCA bukan hanya datang dari dalam negeri, tetapi juga dari lembaga rating internasional. Performance BCA dinilai solid dalam industri perbankan. BCA disebut sebagai bank terbesar di Asean yang memilih pasar domestik dan berfokus pada nasabah. Di balik kesuksesan BCA di era 1990-2007, peran Aswin Wirjadi tak bisa diabaikan. Buku ini memberi gambaran bagaimana BCA masuk ke jurang krisis, kemudian bangkit kembali menjadi raksasa perbankan hingga saat ini. 4aIlmu ekonomi aJakarta :bGramedia pustaka utama,c2018 2rdacontentaTeks 2rdamediaaTanpa perantara 2rdacarrieraVolume aPT003639/19 aPT003640/19