01800 2200301 4500001002100000005001500021035002000036007000300056008004100059020001800100082001200118084001900130100003300149245011500182250002000297300002500317700002800342700003500370700002700405520087500432600003301307264005201340336002101392337003001413338002301443990001601466990001601482INLIS00000000000202420260703043237 a0010-0726000102ta260703 e 0 ind  a9786024243289 a746.662 a746.662 HAR b0 aHartono SumarsonoePengarang1 aBatik betawi :bkoleksi Hartono Sumarsono /cHartono Sumarsono, Helen Iswara, L.R.Supriapto Yahya, Xenia Moeis aCetakan pertama a254 halaman ;c28 cm0 aHelen IswaraePengarang0 aL.R.Supriapto YahyaePengarang0 aXenia MoeisePengarang aSebagai salah satu pelabuhan utama di Nusantara, sejak berabad-abad silam Jakarta sudah kedatangan banyak suku dan bangsa yang berinteraksi dan berbaur membentuk sebuah belanga peleburan, melting pot. Hal ini ikut mempengaruhi corak batik betawi. Kita bisa menjumpai motif garuda dari Solo- Yogya, motif buketan dari Pekalongan, motif pasung/pucuk rebung dari Cirebon dan Lasem, gaya materos dari Banyumas, dan juga ciri-ciri batik garut, tasikmalaya, ciamis, dsb. Bahkan juga gambar Thomas Cup, piala lambang supremasi bulutangkis itu. Tahun-tahun terakhir ini, bila menyebut batik betawi, orang langsung teringat pada batik berwarna sangat cerah dengan kepala kain bermotif pasung/pucuk rebung. Badan kain sering dihiasi motif yang mencirikan Jakarta, umpamanya Monumen Nasional, on- del-ondel, atau flora dan fauna yang dimiliki Jakarta seperti burung ulung-ulung. 4aMenggambar dan seni dekorasi aJakarta :bKepustakaann populer gramedia,c2017 2rdacontentaTeks 2rdamediaaTanpa perantara 2rdacarrieraVolume aPT003914/19 aPT003915/19