01407 2200289 4500001002100000005001500021035002000036007000300056008004100059020001800100082001100118084001700129100002900146245007200175250002000247300002500267700002900292520062000321600001400941600001700955264003900972336002101011337003001032338002301062990001601085990001601101INLIS00000000000215020260708034059 a0010-0726000228ta260708 g 0 ind  a9786026359223 a297.51 a297.51 HUM i0 aHumayrastory@ePengarang1 aIbumu, ibumu, ibumu, ayahmu /c@humayrastory ; editor, Ahmad Alawiy aCetakan Pertama a202 halaman ;c23 cm0 aAhmad AlawiyePenyunting aSeorang Ibu tidak akan pernah menyatakan cinta hanya sebatas di bibir saja. Allah memberikan keistimewaan kepada sosok yang namanya Ibu dan menjadi surga di telapak kakinya. Di dalam dalamnya terdapat kehidupan untuk anak-anaknya, tidurnya tetap terjaga. Tiga kali Rasulullah menjawab bahwa seseorang yang pertama kali menerima bakti kita adalah Ibu, kemudian Ayah. Orang tua telah mengalirkan darah dalam tubuh anak-anaknya. Cinta kasih mereka membuat kita ada dan melihat dunia. Buku ini mengajak para pembaca untuk kembali menengok apa yang pernah orang tua kita lakukan hingga kita berada dalam posisi sekarang. 4aOrang Tua 4aAkhlak Mulia aYogyakarta :bGenta Hidayah,c2017 2rdacontentaTeks 2rdamediaaTanpa perantara 2rdacarrieraVolume aPP004143/19 aPP004258/19