07517 2200289 4500001002100000005001500021035002000036007000300056008004100059020001800100082000800118084001400126245012700140250001900267300003800286264004100324336002100365337003000386338002300416502666600439100003507105650000907140700003007149990001607179990001607195990001607211INLIS00000000000000820260504102141 a0010-0426000007ta260504 d 0 ind  a9786238337583 a741 a741 VER p1 aPanduan dasar :bMenggambar dengan pensil /cVeri Apriyatno,S.Sn ; penyunting, Monica Ranala ; proofreader, Randi Renggana aCetakan Kelima a160 halaman :bilustrasi ;c28 cm aJakarta :bRedaksi Ruang Kata,c2025 2rdacontentaTeks 2rdamediaaTanpa Perantara 2rdacarrieraVolume aGambar merupakan bahasa yang universal dan telah berkembang sebelum ditemukannya G bahasa tulisan. Sejak zaman prasejarah manusia primitif telah mengenal gambar sebagai bahasa rupa. Hal ini dibuktikan dengan banyak ditemukannya gambar dan lukisan di goa-goa tempat manusia tinggal saat itu. Dari gambar-gambar tersebut terdapat beberapa kesamaan tema dan objek gambar. Pada umumnya, tema yang diangkat adalah seputar kehidupan manusia sehari-hari pada zaman itu, seperti berburu binatang, benda-benda langit, dan ritual keagamaan yang berkembang saat itu (animisme dan dinamisme). Seiring dengan perkembangan zaman dan peradaban manusia, seni menggambar juga mengalami perkembangan yang sangat pesat. Tiap suku dan etnis mempunyai ciri khas sendiri dalam hal motif atau gayanya. Gambar tidak hanya berfungsi sebagai hiasan semata, tetapi lebih sarat dengan isi dan muatan filosofis yang dianggap memiliki kekuatan magis dan melukiskan mitologi yang dipercaya manusia beribu-ribu tahun lamanya. Dewasa ini, seni menggambar tidak lagi dianggap sebagai sesuatu yang sakral. Seiring dengan berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi, perkembangan gambar mengalami pergeseran fungsi dan makna. Saat ini menggambar sudah jadi bidang keilmuan yang mempunyai banyak cabang dan turunan menurut fungsinya. Menyatu dengan perkembangan teknologi sebagai sesuatu yang tidak dapat dipisahkan. Menggambar adalah induk dari segala ilmu seni rupa, baik itu seni rupa murni (seperti seni lukis, seni patung, seni grafis, seni keramik) maupun seni rupa terapan (seperti desain dan arsitektur). Gambar merupakan bahasa yang universal dan telah berkembang sebelum ditemukannya G bahasa tulisan. Sejak zaman prasejarah manusia primitif telah mengenal gambar sebagai bahasa rupa. Hal ini dibuktikan dengan banyak ditemukannya gambar dan lukisan di goa-goa tempat manusia tinggal saat itu. Dari gambar-gambar tersebut terdapat beberapa kesamaan tema dan objek gambar. Pada umumnya, tema yang diangkat adalah seputar kehidupan manusia sehari-hari pada zaman itu, seperti berburu binatang, benda-benda langit, dan ritual keagamaan yang berkembang saat itu (animisme dan dinamisme). Seiring dengan perkembangan zaman dan peradaban manusia, seni menggambar juga mengalami perkembangan yang sangat pesat. Tiap suku dan etnis mempunyai ciri khas sendiri dalam hal motif atau gayanya. Gambar tidak hanya berfungsi sebagai hiasan semata, tetapi lebih sarat dengan isi dan muatan filosofis yang dianggap memiliki kekuatan magis dan melukiskan mitologi yang dipercaya manusia beribu-ribu tahun lamanya. Dewasa ini, seni menggambar tidak lagi dianggap sebagai sesuatu yang sakral. Seiring dengan berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi, perkembangan gambar mengalami pergeseran fungsi dan makna. Saat ini menggambar sudah jadi bidang keilmuan yang mempunyai banyak cabang dan turunan menurut fungsinya. Menyatu dengan perkembangan teknologi sebagai sesuatu yang tidak dapat dipisahkan. Menggambar adalah induk dari segala ilmu seni rupa, baik itu seni rupa murni (seperti seni lukis, seni patung, seni grafis, seni keramik) maupun seni rupa terapan (seperti desain dan arsitektur). Gambar merupakan bahasa yang universal dan telah berkembang sebelum ditemukannya G bahasa tulisan. Sejak zaman prasejarah manusia primitif telah mengenal gambar sebagai bahasa rupa. Hal ini dibuktikan dengan banyak ditemukannya gambar dan lukisan di goa-goa tempat manusia tinggal saat itu. Dari gambar-gambar tersebut terdapat beberapa kesamaan tema dan objek gambar. Pada umumnya, tema yang diangkat adalah seputar kehidupan manusia sehari-hari pada zaman itu, seperti berburu binatang, benda-benda langit, dan ritual keagamaan yang berkembang saat itu (animisme dan dinamisme). Seiring dengan perkembangan zaman dan peradaban manusia, seni menggambar juga mengalami perkembangan yang sangat pesat. Tiap suku dan etnis mempunyai ciri khas sendiri dalam hal motif atau gayanya. Gambar tidak hanya berfungsi sebagai hiasan semata, tetapi lebih sarat dengan isi dan muatan filosofis yang dianggap memiliki kekuatan magis dan melukiskan mitologi yang dipercaya manusia beribu-ribu tahun lamanya. Dewasa ini, seni menggambar tidak lagi dianggap sebagai sesuatu yang sakral. Seiring dengan berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi, perkembangan gambar mengalami pergeseran fungsi dan makna. Saat ini menggambar sudah jadi bidang keilmuan yang mempunyai banyak cabang dan turunan menurut fungsinya. Menyatu dengan perkembangan teknologi sebagai sesuatu yang tidak dapat dipisahkan. Menggambar adalah induk dari segala ilmu seni rupa, baik itu seni rupa murni (seperti seni lukis, seni patung, seni grafis, seni keramik) maupun seni rupa terapan (seperti desain dan arsitektur). Gambar merupakan bahasa yang universal dan telah berkembang sebelum ditemukannya G bahasa tulisan. Sejak zaman prasejarah manusia primitif telah mengenal gambar sebagai bahasa rupa. Hal ini dibuktikan dengan banyak ditemukannya gambar dan lukisan di goa-goa tempat manusia tinggal saat itu. Dari gambar-gambar tersebut terdapat beberapa kesamaan tema dan objek gambar. Pada umumnya, tema yang diangkat adalah seputar kehidupan manusia sehari-hari pada zaman itu, seperti berburu binatang, benda-benda langit, dan ritual keagamaan yang berkembang saat itu (animisme dan dinamisme). Seiring dengan perkembangan zaman dan peradaban manusia, seni menggambar juga mengalami perkembangan yang sangat pesat. Tiap suku dan etnis mempunyai ciri khas sendiri dalam hal motif atau gayanya. Gambar tidak hanya berfungsi sebagai hiasan semata, tetapi lebih sarat dengan isi dan muatan filosofis yang dianggap memiliki kekuatan magis dan melukiskan mitologi yang dipercaya manusia beribu-ribu tahun lamanya. Dewasa ini, seni menggambar tidak lagi dianggap sebagai sesuatu yang sakral. Seiring dengan berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi, perkembangan gambar mengalami pergeseran fungsi dan makna. Saat ini menggambar sudah jadi bidang keilmuan yang mempunyai banyak cabang dan turunan menurut fungsinya. Menyatu dengan perkembangan teknologi sebagai sesuatu yang tidak dapat dipisahkan. Menggambar adalah induk dari segala ilmu seni rupa, baik itu seni rupa murni (seperti seni lukis, seni patung, seni grafis, seni keramik) maupun seni rupa terapan (seperti desain dan arsitektur). Gambar merupakan bahasa yang universal dan telah berkembang sebelum ditemukannya G bahasa tulisan. Sejak zaman prasejarah manusia primitif telah mengenal gambar sebagai bahasa rupa. Hal ini dibuktikan dengan banyak ditemukannya gambar dan lukisan di goa-goa tempat manusia tinggal saat itu. Dari gambar-gambar tersebu0 aVeri Apriyatno,S.SnePengarang 4aSeni0 aMonica RanalaePenyunting aAT000008/25 aPP001030/25 aNM005966/25