<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<collection xmlns="http://www.loc.gov/MARC21/slim">
 <record>
  <leader>     na                 </leader>
  <controlfield tag="001">INLIS000000000000008</controlfield>
  <controlfield tag="005">20260504102141</controlfield>
  <datafield tag="035" ind1=" " ind2=" ">
   <subfield code="a">0010-0426000007</subfield>
  </datafield>
  <controlfield tag="007">ta</controlfield>
  <controlfield tag="008">260504                d          0 ind  </controlfield>
  <datafield tag="020" ind1=" " ind2=" ">
   <subfield code="a">9786238337583</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="082" ind1=" " ind2=" ">
   <subfield code="a">741</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="084" ind1=" " ind2=" ">
   <subfield code="a">741 VER p</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="245" ind1="1" ind2=" ">
   <subfield code="a">Panduan dasar :</subfield>
   <subfield code="b">Menggambar dengan pensil /</subfield>
   <subfield code="c">Veri Apriyatno,S.Sn ; penyunting, Monica Ranala ; proofreader, Randi Renggana</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="250" ind1=" " ind2=" ">
   <subfield code="a">Cetakan Kelima</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="300" ind1=" " ind2=" ">
   <subfield code="a">160 halaman :</subfield>
   <subfield code="b">ilustrasi ;</subfield>
   <subfield code="c">28 cm</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="264" ind1=" " ind2=" ">
   <subfield code="a">Jakarta :</subfield>
   <subfield code="b">Redaksi Ruang Kata,</subfield>
   <subfield code="c">2025</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="336" ind1=" " ind2=" ">
   <subfield code="2">rdacontent</subfield>
   <subfield code="a">Teks</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="337" ind1=" " ind2=" ">
   <subfield code="2">rdamedia</subfield>
   <subfield code="a">Tanpa Perantara</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="338" ind1=" " ind2=" ">
   <subfield code="2">rdacarrier</subfield>
   <subfield code="a">Volume</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="502" ind1=" " ind2=" ">
   <subfield code="a">Gambar merupakan bahasa yang universal dan telah berkembang sebelum ditemukannya G bahasa tulisan. Sejak zaman prasejarah manusia primitif telah mengenal gambar sebagai bahasa rupa. Hal ini dibuktikan dengan banyak ditemukannya gambar dan lukisan di goa-goa tempat manusia tinggal saat itu. Dari gambar-gambar tersebut terdapat beberapa kesamaan tema dan objek gambar. Pada umumnya, tema yang diangkat adalah seputar kehidupan manusia sehari-hari pada zaman itu, seperti berburu binatang, benda-benda langit, dan ritual keagamaan yang berkembang saat itu (animisme dan dinamisme).&#13;
&#13;
Seiring dengan perkembangan zaman dan peradaban manusia, seni menggambar juga mengalami perkembangan yang sangat pesat. Tiap suku dan etnis mempunyai ciri khas sendiri dalam hal motif atau gayanya. Gambar tidak hanya berfungsi sebagai hiasan semata, tetapi lebih sarat dengan isi dan muatan filosofis yang dianggap memiliki kekuatan magis dan melukiskan mitologi yang dipercaya manusia beribu-ribu tahun lamanya.&#13;
&#13;
Dewasa ini, seni menggambar tidak lagi dianggap sebagai sesuatu yang sakral. Seiring dengan berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi, perkembangan gambar mengalami pergeseran fungsi dan makna. Saat ini menggambar sudah jadi bidang keilmuan yang mempunyai banyak cabang dan turunan menurut fungsinya. Menyatu dengan perkembangan teknologi sebagai sesuatu yang tidak dapat dipisahkan. Menggambar adalah induk dari segala ilmu seni rupa, baik itu seni rupa murni (seperti seni lukis, seni patung, seni grafis, seni keramik) maupun seni rupa terapan (seperti desain dan arsitektur).&#13;
&#13;
Gambar merupakan bahasa yang universal dan telah berkembang sebelum ditemukannya G bahasa tulisan. Sejak zaman prasejarah manusia primitif telah mengenal gambar sebagai bahasa rupa. Hal ini dibuktikan dengan banyak ditemukannya gambar dan lukisan di goa-goa tempat manusia tinggal saat itu. Dari gambar-gambar tersebut terdapat beberapa kesamaan tema dan objek gambar. Pada umumnya, tema yang diangkat adalah seputar kehidupan manusia sehari-hari pada zaman itu, seperti berburu binatang, benda-benda langit, dan ritual keagamaan yang berkembang saat itu (animisme dan dinamisme).&#13;
&#13;
Seiring dengan perkembangan zaman dan peradaban manusia, seni menggambar juga mengalami perkembangan yang sangat pesat. Tiap suku dan etnis mempunyai ciri khas sendiri dalam hal motif atau gayanya. Gambar tidak hanya berfungsi sebagai hiasan semata, tetapi lebih sarat dengan isi dan muatan filosofis yang dianggap memiliki kekuatan magis dan melukiskan mitologi yang dipercaya manusia beribu-ribu tahun lamanya.&#13;
&#13;
Dewasa ini, seni menggambar tidak lagi dianggap sebagai sesuatu yang sakral. Seiring dengan berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi, perkembangan gambar mengalami pergeseran fungsi dan makna. Saat ini menggambar sudah jadi bidang keilmuan yang mempunyai banyak cabang dan turunan menurut fungsinya. Menyatu dengan perkembangan teknologi sebagai sesuatu yang tidak dapat dipisahkan. Menggambar adalah induk dari segala ilmu seni rupa, baik itu seni rupa murni (seperti seni lukis, seni patung, seni grafis, seni keramik) maupun seni rupa terapan (seperti desain dan arsitektur).&#13;
&#13;
Gambar merupakan bahasa yang universal dan telah berkembang sebelum ditemukannya G bahasa tulisan. Sejak zaman prasejarah manusia primitif telah mengenal gambar sebagai bahasa rupa. Hal ini dibuktikan dengan banyak ditemukannya gambar dan lukisan di goa-goa tempat manusia tinggal saat itu. Dari gambar-gambar tersebut terdapat beberapa kesamaan tema dan objek gambar. Pada umumnya, tema yang diangkat adalah seputar kehidupan manusia sehari-hari pada zaman itu, seperti berburu binatang, benda-benda langit, dan ritual keagamaan yang berkembang saat itu (animisme dan dinamisme).&#13;
&#13;
Seiring dengan perkembangan zaman dan peradaban manusia, seni menggambar juga mengalami perkembangan yang sangat pesat. Tiap suku dan etnis mempunyai ciri khas sendiri dalam hal motif atau gayanya. Gambar tidak hanya berfungsi sebagai hiasan semata, tetapi lebih sarat dengan isi dan muatan filosofis yang dianggap memiliki kekuatan magis dan melukiskan mitologi yang dipercaya manusia beribu-ribu tahun lamanya.&#13;
&#13;
Dewasa ini, seni menggambar tidak lagi dianggap sebagai sesuatu yang sakral. Seiring dengan berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi, perkembangan gambar mengalami pergeseran fungsi dan makna. Saat ini menggambar sudah jadi bidang keilmuan yang mempunyai banyak cabang dan turunan menurut fungsinya. Menyatu dengan perkembangan teknologi sebagai sesuatu yang tidak dapat dipisahkan. Menggambar adalah induk dari segala ilmu seni rupa, baik itu seni rupa murni (seperti seni lukis, seni patung, seni grafis, seni keramik) maupun seni rupa terapan (seperti desain dan arsitektur).&#13;
&#13;
Gambar merupakan bahasa yang universal dan telah berkembang sebelum ditemukannya G bahasa tulisan. Sejak zaman prasejarah manusia primitif telah mengenal gambar sebagai bahasa rupa. Hal ini dibuktikan dengan banyak ditemukannya gambar dan lukisan di goa-goa tempat manusia tinggal saat itu. Dari gambar-gambar tersebut terdapat beberapa kesamaan tema dan objek gambar. Pada umumnya, tema yang diangkat adalah seputar kehidupan manusia sehari-hari pada zaman itu, seperti berburu binatang, benda-benda langit, dan ritual keagamaan yang berkembang saat itu (animisme dan dinamisme).&#13;
&#13;
Seiring dengan perkembangan zaman dan peradaban manusia, seni menggambar juga mengalami perkembangan yang sangat pesat. Tiap suku dan etnis mempunyai ciri khas sendiri dalam hal motif atau gayanya. Gambar tidak hanya berfungsi sebagai hiasan semata, tetapi lebih sarat dengan isi dan muatan filosofis yang dianggap memiliki kekuatan magis dan melukiskan mitologi yang dipercaya manusia beribu-ribu tahun lamanya.&#13;
&#13;
Dewasa ini, seni menggambar tidak lagi dianggap sebagai sesuatu yang sakral. Seiring dengan berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi, perkembangan gambar mengalami pergeseran fungsi dan makna. Saat ini menggambar sudah jadi bidang keilmuan yang mempunyai banyak cabang dan turunan menurut fungsinya. Menyatu dengan perkembangan teknologi sebagai sesuatu yang tidak dapat dipisahkan. Menggambar adalah induk dari segala ilmu seni rupa, baik itu seni rupa murni (seperti seni lukis, seni patung, seni grafis, seni keramik) maupun seni rupa terapan (seperti desain dan arsitektur).&#13;
&#13;
Gambar merupakan bahasa yang universal dan telah berkembang sebelum ditemukannya G bahasa tulisan. Sejak zaman prasejarah manusia primitif telah mengenal gambar sebagai bahasa rupa. Hal ini dibuktikan dengan banyak ditemukannya gambar dan lukisan di goa-goa tempat manusia tinggal saat itu. Dari gambar-gambar tersebu</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="100" ind1="0" ind2=" ">
   <subfield code="a">Veri Apriyatno,S.Sn</subfield>
   <subfield code="e">Pengarang</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="650" ind1=" " ind2="4">
   <subfield code="a">Seni</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="700" ind1="0" ind2=" ">
   <subfield code="a">Monica Ranala</subfield>
   <subfield code="e">Penyunting</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="990" ind1=" " ind2=" ">
   <subfield code="a">AT000008/25</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="990" ind1=" " ind2=" ">
   <subfield code="a">PP001030/25</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="990" ind1=" " ind2=" ">
   <subfield code="a">NM005966/25</subfield>
  </datafield>
 </record>
</collection>
