
| Jenis Bahan | Monograf |
| Judul | Ensiklopedia Populer Pulau-pulau kecil nusantara : Kalimantan selatan / Rido Miduk Sugandi Batubara;, editor, Simon Boyke Sinaga |
| Pengarang | Rido Miduk Sugandi Batubara (Pengarang) Simon Boyke Sinaga (Penyunting) |
| EDISI | Cetakan Pertama |
| Penerbitan | Jakarta : Buku Kompas, 2015 |
| Deskripsi Fisik | 194 halaman ;23 cm |
| Konten | Teks |
| Media | Tanpa Perantara |
| Penyimpan Media | Volume |
| ISBN | 9789797098933 |
| Subjek | Ensiklopedia |
| Catatan | Provinsi Kalimantan Selatan secara administrasi terdiri dari 11 Kabupaten dan dua kota. Secara geografis berbatasan dengan Provinsi Kalimantan Timur di utara, Provinsi Kalimantan Tengah di barat, serta Selat Makassar di timur dan Laut Jawa di selatan. Dari 13 kabupaten/kota tersebut, lima kabupaten dan satu kota di antaranya merupakan wilayah yang memiliki pulau-pulau kecil, yakni Kabupaten Barito Kuala, Banjar, Tanah Laut, Tanah Bumbu dan Kabupaten Kotabaru serta Kota Banjarmasin. Lansekap Kalimantan Selatan tidak dapat dipisahkan dari kehidupan sungai dan laut. Daratan terbelah oleh nadi kehidupan yang menghubungkan bagian hulu dengan muara, yang diteruskan dengan perairan yang membiru. Pulau-pulau kecil terserak mulai dari sungai yang berbataskan daratan perairan lepas di Selat Makassar dan Laut Jawa Momen bersejarah bagi masyarakat Kalimantan Selatan adalah tanggal 1 Januari 1957 Pada tanggal itu Kalimantan Selatan resmi menjadi provinsi yang berdiri sendiri di Pulau Kalimantan, bersama-sama dengan |
| Bahasa | Indonesia |
| Bentuk Karya | Bukan fiksi atau tidak didefinisikan |
| Target Pembaca | Anak sekolah dasar |
| No Barcode | No. Panggil | Akses | Lokasi | Ketersediaan |
|---|---|---|---|---|
| AT002287/19 | 551.42 RID e | Dapat dipinjam | Perpustakaan RPTRA Amiterdam - Ruang Baca Umum Perpustakaan RPTRA Amiterdam | Tersedia |
| Tag | Ind1 | Ind2 | Isi |
| 001 | INLIS000000000001190 | ||
| 005 | 20260525034804 | ||
| 007 | ta | ||
| 008 | 260525################b##########0#ind## | ||
| 020 | # | # | $a 9789797098933 |
| 035 | # | # | $a 0010-0526000646 |
| 082 | # | # | $a 551.42 |
| 084 | # | # | $a 551.42 RID e |
| 100 | 0 | # | $a Rido Miduk Sugandi Batubara$e Pengarang |
| 245 | 1 | # | $a Ensiklopedia Populer Pulau-pulau kecil nusantara : Kalimantan selatan /$c Rido Miduk Sugandi Batubara;, editor, Simon Boyke Sinaga |
| 250 | # | # | $a Cetakan Pertama |
| 264 | # | # | $a Jakarta :$b Buku Kompas,$c 2015 |
| 300 | # | # | $a 194 halaman ; $c 23 cm |
| 336 | # | # | $a Teks$2 rdacontent |
| 337 | # | # | $a Tanpa Perantara$2 rdamedia |
| 338 | # | # | $a Volume$2 rdacarrier |
| 502 | # | # | $a Provinsi Kalimantan Selatan secara administrasi terdiri dari 11 Kabupaten dan dua kota. Secara geografis berbatasan dengan Provinsi Kalimantan Timur di utara, Provinsi Kalimantan Tengah di barat, serta Selat Makassar di timur dan Laut Jawa di selatan. Dari 13 kabupaten/kota tersebut, lima kabupaten dan satu kota di antaranya merupakan wilayah yang memiliki pulau-pulau kecil, yakni Kabupaten Barito Kuala, Banjar, Tanah Laut, Tanah Bumbu dan Kabupaten Kotabaru serta Kota Banjarmasin. Lansekap Kalimantan Selatan tidak dapat dipisahkan dari kehidupan sungai dan laut. Daratan terbelah oleh nadi kehidupan yang menghubungkan bagian hulu dengan muara, yang diteruskan dengan perairan yang membiru. Pulau-pulau kecil terserak mulai dari sungai yang berbataskan daratan perairan lepas di Selat Makassar dan Laut Jawa Momen bersejarah bagi masyarakat Kalimantan Selatan adalah tanggal 1 Januari 1957 Pada tanggal itu Kalimantan Selatan resmi menjadi provinsi yang berdiri sendiri di Pulau Kalimantan, bersama-sama dengan Provinsi Kalimantan Timur dan Provinsi Kalimantan Barat, yang sebelumnya ketiga provinsi tersebut berada dalam satu provinsi, yaitu Provinsi Kalimantan. Pangeran Antasari yang diabadikan pada uang lembaran Rp 2.000 menjadi salah satu tokoh penting bagi Kalimantan Selatan. Bangsawan Banjar ini adalah salah satu tokoh yang getol melakukan perlawanan terhadap kaum kolonial Belanda, meski pada tahun 1905 perlawanan-perlawanan tersebut berhasil ditumpas Belanda. to hidupkan budaya maritum, tidak selesai sebagai Ensiklopedia ini diharapkan berper layah NKRI adalah air, tetapi juga membangun wacana dengan menunjukkan data kecintaan pada isi dapur Indonesia te di dalamnya menghilangkan pertanyaan kritis dalam kaitan SDM-nya, sosok nelayang selalu berkonotasi kemiskinan, ketelantaran dan ketertinggalan? Dimulai dengan penerbitan Provinsi Sulawesi Tengah, menurut saya tepat, karena secara topografis di kawasan Indonesia Tengah terletak garis Wallace-garis imajiner yang membedakannya dengan Indonesia Barat dan Indonesia Timur terdapat berbagai keistimewaan. Jakob Oetama (Pemimpin Umum Kompas) Provinsi Kalimantan Selatan merupakan salah satu wilayah yang memiliki pulau-pulau kecil dengan beragam potensi dan kekayaan sumberdaya alam maupun berbagai sejarah dan adat istiadat penduduk pulau. Dengan berbagai potens, demikian sudah seharusnya pemerintah dan swasta menjadikan kawasan ini sebagai kawasan pengembangan ekonomi baru yang berla anas keberlanjutan dan berorientasi pada community based untuk meningkatkan kese masyarakat yang selama ini termarjinalkan. |
| 600 | # | 4 | $a Ensiklopedia |
| 700 | 0 | # | $a Simon Boyke Sinaga$e Penyunting |
| 990 | # | # | $a AT002287/19 |
Content Unduh katalog
Karya Terkait :